Sabtu, 16 Januari 2010
Origami
Origami adalah sebuah seni lipat yang berasal dari Jepang. Bahan yang digunakan adalah kertas atau kain yang biasanya berbentuk persegi. Sebuah hasil origami merupakan suatu hasil kerja tangan yang sangat teliti dan halus pada pandangan.
Origami merupakan satu kesenian melipat kertas yang dipercayai bermula semenjak kertas mula diperkenalkan pada abad pertama di Tiongkok pada tahun 105 oleh seorang Tiongkok dikasi yang bernama Ts'ai Lun.
Pembuatan kertas dari potongan kecil tumbuhan dan kain berkualitas rendah meningkatkan produksi kertas. Contoh-contoh awal origami yang berasal daripada Republik Rakyat Tiongkok adalah tongkang Tiongkok dan kotak.
Pada abad ke-6, cara pembuatan kertas kemudian dibawa ke Spanyol oleh orang-orang Arab. Pada tahun 610 di masa pemerintahan kaisar wanita Suiko (zaman Asuka), seorang biksu Buddha bernama Donchō (Dokyo) yang berasal dari Goguryeo (semenanjung Korea) datang ke Jepang memperkenalkan cara pembuatan kertas dan tinta.
Origami pun menjadi populer di kalangan orang Jepang sampai sekarang terutama dengan kertas lokal Jepang yang disebut Washi.
Washi (和紙, Washi?) atau Wagami adalah sejenis kertas yang dibuat dengan metode tradisional di Jepang. Washi dianggap mempunyai tekstur yang indah, tipis tapi kuat dan tahan lama jika dibandingkan dengan jenis kertas lain.
Produksi washi sering tidak dapat memenuhi permintaan konsumen sehingga berharga mahal. Di Jepang, washi digunakan dalam berbagai jenis benda kerajinan dan seni seperti Origami, Shodō dan Ukiyo-e. Washi juga digunakan sebagai hiasan dalam agama Shinto, bahan pembuatan patung Buddha, bahan mebel, alas sashimi dalam kemasan, bahan perlengkapan tidur, bahan pakaian seperti kimono, serta bahan interior rumah dan pelapis pintu dorong.
Di Jepang, washi juga merupakan bahan uang kertas sehingga uang kertas yen terkenal kuat dan tidak mudah lusuh. __________________
Matsuri
Matsuri (祭, Matsuri) adalah kata dalam bahasa Jepang yang menurut pengertian agama Shinto berarti ritual yang dipersembahkan untuk Kami, sedangkan menurut pengertian sekularisme berarti festival, perayaan atau hari libur perayaan.
Matsuri diadakan di banyak tempat di Jepang dan pada umumnya diselenggarakan jinja atau kuil, walaupun ada juga matsuri yang diselenggarakan gereja dan matsuri yang tidak berkaitan dengan institusi keagamaan. Di daerah Kyushu, matsuri yang dilangsungkan pada musim gugur disebut Kunchi.
Sebagian besar matsuri diselenggarakan dengan maksud untuk mendoakan keberhasilan tangkapan ikan dan keberhasilan panen (beras, gandum, kacang, jawawut, jagung), kesuksesan dalam bisnis, kesembuhan dan kekebalan terhadap penyakit, keselamatan dari bencana, dan sebagai ucapan terima kasih setelah berhasil dalam menyelesaikan suatu tugas berat. Matsuri juga diadakan untuk merayakan tradisi yang berkaitan dengan pergantian musim atau mendoakan arwah tokoh terkenal. Makna upacara yang dilakukan dan waktu pelaksanaan matsuri beraneka ragam seusai dengan tujuan penyelenggaraan matsuri. Matsuri yang mempunyai tujuan dan maksud yang sama dapat mempunyai makna ritual yang berbeda tergantung pada daerahnya.
Pada penyelenggaraan matsuri hampir selalu bisa ditemui prosesi atau arak-arakan Mikoshi, Dashi (Danjiri) dan Yatai yang semuanya merupakan nama-nama kendaraan berisi Kami atau objek pemujaan. Pada matsuri juga bisa dijumpai Chigo (anak kecil dalam prosesi), Miko (anak gadis pelaksana ritual), Tekomai (laki-laki berpakaian wanita), Hayashi (musik khas matsuri), penari, peserta dan penonton yang berdandan dan berpakaian bagus, dan pasar kaget beraneka macam makanan dan permainan.
Sejarah
Matsuri berasal dari kata matsuru (祀る, matsuru? menyembah, memuja) yang berarti pemujaan terhadap Kami atau ritual yang terkait. Dalam teologi agama Shinto dikenal empat unsur dalam matsuri: penyucian (harai), persembahan, pembacaan doa (norito), dan pesta makan. Matsuri yang paling tua yang dikenal dalam mitologi Jepang adalah ritual yang dilakukan di depan Amano Iwato.
Matsuri dalam bentuk pembacaan doa masih tersisa seperti dalam bentuk Kigansai (permohonan secara individu kepada jinja atau kuil untuk didoakan dan Jichinsai (upacara sebelum pendirian bangunan atau konstruksi). Pembacaan doa yang dilakukan pendeta Shinto untuk individu atau kelompok orang di tempat yang tidak terlihat orang lain merupakan bentuk awal dari matsuri. Pada saat ini, Ise Jingū merupakan salah satu contoh kuil agama Shinto yang masih menyelenggarakan matsuri dalam bentuk pembacaan doa yang eksklusif bagi kalangan terbatas dan peserta umum tidak dibolehkan ikut serta.
Sesuai dengan perkembangan zaman, tujuan penyelenggaraan matsuri sering melenceng jauh dari maksud matsuri yang sebenarnya. Penyelenggaraan matsuri sering menjadi satu-satunya tujuan dilangsungkannya matsuri, sedangkan matsuri hanya tinggal sebagai wacana dan tanpa makna religius.
Tiga matsuri terbesar
* Gion Matsuri (Yasaka-jinja, Kyoto, bulan Juli)
* Tenjinmatsuri (Osaka Temmangu, Osaka, 24-25 Juli)
* Kanda Matsuri (Kanda Myōjin, Tokyo, bulan Mei)
Matsuri yang terkenal sejak dulu
Daerah Tohoku
* Nebuta Matsuri (kota Aomori, bulan Agustus) dan Neputa Matsuri (kota Hirosaki, bulan Agustus)
* Kantō Matsuri (kota Akita, bulan Agustus)
* Sendai Tanabata Matsuri (kota Sendai, bulan Agustus)
Daerah Kanto
* Chichibuyo Matsuri (kota Chichibushi, Prefektur Saitama, 2-3 Desember)
* Sanja Matsuri (Asakusa-jinja, Tokyo, bulan Mei)
* Sannō Matsuri (Hie-jinja, Tokyo, bulan Juni)
Daerah Chubu
* Owarafū no bon (kota Toyama, Prefektur Toyama, bulan September)
* Shikinenzōei Onbashira Daisai (kota Suwa, Prefektur Nagano, diadakan setiap 6 tahun sekali, terakhir diadakan bulan April-Mei, 2004).
* Takayama Matsuri (kota Takayama, Prefektur Gifu, bulan April dan bulan Oktober)
* Furukawa Matsuri (kota Hida, Prefektur Gifu, bulan April)
Daerah Kinki
* Aoi Matsuri (Kyoto, bulan Mei)
* Jidai Matsuri (Heian-jingu, Kyoto, bulan Oktober)
* Tōdaiji Nigatsudō Shuni-e atau dikenal sebagai Omizutori (Nigetsu-dō, kuil Tōdaiji, Nara, 12 Maret)
* Kishiwada Danjiri Matsuri (Kishiwada, Prefektur Osaka, 14-15 September)
* Nada no Kenka Matsuri dan Banshū no Aki Matsuri (Prefektur Hyogo, diselenggarakan lebih dari seratus jinja di daerah Banshū dengan pusat keramaian di kota Himeji di bulan Oktober)
* Nachi no Hi Matsuri (Nachi Katsuura, Prefektur Wakayama, bulan Juli)
* Aizen Matsuri, Tenjinmatsuri dan Sumiyoshi Matsuri yang dikenal sebagai "Tiga Matsuri Musim Panas Terbesar di Osaka" (Prefektur Osaka, bulan Juni-Juli)
Daerah Chugoku dan Shikoku
* Saidaiji Eyō (Okayama, Prefektur Okayama, bulan Februari)
* Awa Odori (Tokushima, Prefektur Tokushima, 12-15 Agustus)
Daerah Kyushu
* Hakata Gion Yamakasa (Fukuoka, Prefektur Fukuoka, bulan Juli)
* Nagasaki Kunchi (Nagasaki, Prefektur Nagasaki, 7-9 Oktober)
* Karatsu Kunchi (Karatsu, Prefektur Saga, bulan November)
Pengertian lain
Dalam bahasa Jepang, kata "matsuri" juga berarti festival dan aksara kanji untuk matsuri (祭, matsuri?) dapat dibaca sebagai sai, sehingga dikenal istilah seperti Eiga-sai (festival film), Sangyō-sai (festival hasil panen), Ongaku-sai (festival musik) dan Daigaku-sai (festival yang diadakan oleh universitas).
Shimin Matsuri adalah sebutan untuk matsuri yang diselenggarakan pemerintah daerah atau kelompok warga kota dengan maksud untuk menghidupkan perekonomian daerah dan umumnya tidak berhubungan dengan institusi keagamaan.
Festival dan Matsuri yang lain
* Festival Salju Sapporo (Sapporo, Prefektur Hokkaido, bulan Februari)
* Festival Salju Iwate (Koiwai Farm, Shizukuishi, Prefektur Iwate, bulan Februari)
* YOSAKOI Sōran Matsuri (Sapporo, Hokkaido, bulan Juni)
* Niigata Odori Matsuri (Niigata, Prefektur Niigata, pertengahan bulan September)
* Odawara Hōjō Godai Matsuri (kota Odawara, Prefektur Kanagawa)
* Yosakoi Matsuri (kota Kochi, Prefektur Kochi, 9-12 Agustus)
* Hakata dontaku (3-4 April, kota Fukuoka)
* Hamamatsu Matsuri (3-5 Mei, kota Hamamatsu, Prefektur Shizuoka)
* Wasshoi Hyakuman Natsu Matsuri (kota Kita Kyūshū, Prefektur Fukuoka, hari Sabtu minggu pertama bulan Agustus)
dikutip dari http://id.wikipedia.org/wiki/Matsuri
Selasa, 22 Desember 2009
Tata Bahasa Penting
Kita telah belajar fondasi dasar bahasa Jepang. Karena sekarang kita sudah punya gambaran umum bagaimana bahasa Jepang bekerja, kita bisa mengembangkannya dengan mempelajari tata bahasa tertentu untuk berbagai situasi. Bagian ini akan membahas tata bahasa yang dirasa penting bagi bahasa Jepang praktis dasar. Terjemahan literal akan semakin sedikit kita gunakan untuk memfokuskan diri pada tata bahasa yang baru karena kamu (seharusnya) sudah punya pemahaman baik tentang tata bahasa fundamentalnya. Sebagai contoh, pada kalimat yang tidak menuliskan subjeknya, saya mungkin menulis pada terjemahannya 'dia' walaupun tentu saja kamu tahu bahwa 'kami' atau 'mereka' juga merupakan terjemahan yang mungkin.
Bagian ini dimulai dengan mengubah apa yang telah kita pelajari menjadi bentuk yang sopan. Di bahasa manapun, pasti ada cara untuk membentuk kalimat sedemikian rupa sehingga terdengar sopan. Sebagai contoh, di bahasa Indonesia kita bisa menemui "Oi, gue ciao dulu." vs. "Pak, saya permisi dulu." Kamu bisa menggunakan satu gaya bahasa untuk bicara dengan dosenmu dan gaya bahasa lain untuk teman dekatmu. Nah, di bahasa Jepang tidak hanya kata-katanya yang berubah, tapi aturan tata bahasa untuk setiap kalimat juga berubah. Ada garis yang pasti dan jelas yang membedakan gaya bicara sopan dengan santai. Di lain pihak, aturan-aturannya akan memandu kamu dengan jelas bagaimana memoles kalimatmu untuk konteks sosial yang berbeda. Di bagian ini kita akan belajar cara menkonjugasikan kalimat ke tingkat kesopanan yang sesuai, diperlukan untuk berbicara kepada orang dengan kedudukan sosial yang lebih tinggi atau dengan orang yang belum terlalu akrab.
Selanjutnya bagian ini akan membahas jenis-jenis tata bahasa utama yang sangat berguna di bahasa Jepang. Dengan alasan ini, kita akan belajar konjugasi yang sangat umum yaitu bentuk-te, potensial, pengandaian, dan volisional. Materi akhir-akhir bagian ini tidak disusun berdasarkan urutan tertentu dan memang tidak perlu. Tata bahasa yang ada di sini pasti diperlukan, yang artinya adalah kamu memang harus mempelajari semuanya dan mempelajarinya dengan baik.
- Bentuk sopan - Membahas perbedaan dasar gaya bicara santai dengan sopan. Juga membicarakan aturan konjugasi bentuk sopan.
- Menyebut orang - Membahas bagaimana cara memanggil orang yang benar bedasarkan jabatan atau kedudukan sosialnya. Juga membahas berbagai pronomina (kata ganti) dan penggunaan tepatnya.
- Partikel tanya - Membahas cara membuat pertanyaan di bentuk sopan. Juga membahas penggunaan partikel tanya di konteks lain.
- Kalimat gabungan - Membahas cara merantai beberapa kalimat menjadi satu. Memperkenalkan bentuk-te yang ampuh.
- Keadaan berlanjut - Membahas cara menyatakan aksi atau keadaan yang berlanjut dengan bentuk-te.
- Bentuk potensial - Membahas cara menyatakan kemampuan melakukan sesuatu.
- Menggunakan する dan なる dengan partikel に - Membahas ekspresi-ekspresi berguna dengan 「する」 dan 「なる」.
- Pengandaian - Membahas cara menyatakan hal-hal dan kejadian yang terjadi jika kondisi tertentu dipenuhi. Anak jurusan komputer, kamu pasti mau membaca bab ini!
- Menyatakan keharusan - Bagaimana mengatakan bahwa kamu harus atau tidak boleh melakukan sesuatu. Juga membahas cara menyatakan bahwa kamu tidak harus melakukan sesuatu.
- Keinginan dan saran - Membahas cara menyatakan keinginan dan saran. Bab yang wajib untuk mendapatkan pacar di Jepang!
- Menggunakan klausa subordinat terkutip dan menyatakan dengarkabar - Belajar bagaimana cara menyatakan apa yang ada di pikiranmu dan cara mengutip orang lain dengan klausa subordinat.
- Definisi dan deskripsi - Belajar menggunakan 「という」 untuk mendefinisikan, mendeskripsikan, atau berbicara tentang sesuatu secara umum.
- Mencoba atau mengusahakan sesuatu - Cobalah hal-hal baru dengan tata bahasa ini.
- Memberi dan menerima - Belajar bagaimana cara memberi dan menerima menggunakan 「あげる」、「やる」、「くれる」、dan 「もらう」.
- Membuat permintaan - Belajar bagaimana membuat permintaan dengan 「~ください」、「~なさい」、「~ちょうだい」、dan bentuk perintah (imperatif).
- Angka dan berhitung - Menjelaskan bilangan dan berbagai macam satuan untuk menghitung.
- Mengakhiri bagian 4 dan gobi tambahan - Mengakhiri apa yang telah dibahas di bagian ini dan membahas gobi baru.
Bab-bab di bawah masih dalam tahap penerjemahan.
Struktur Tata Bahasa Dasar
Setelah belajar menulis bahasa Jepang, kita bisa mulai membahas tata bahasa dasarnya. Bagian ini terutama meninjau semua jenis kata: nomina, adjektiva, verba, dan adverbia. Bagian ini juga akan menjelaskan bagaimana menggabungkan jenis-jenis kata tersebut menggunakan partikel untuk membentuk kalimat yang baik. Setelah menyelesaikan bagian ini, kamu akan mendapat pemahaman dasar tentang cara kerja bahasa Jepang dan tentang cara mengekspresikan hal-hal sederhana menggunakan bahasa Jepang.
- Menyatakan "adalah" dan "bukanlah" - Kita akan belajar menyatakan keadaan benda: apakah sesuatu memang sesuatu atau bukan sesuatu.
- Pengenalan pada partikel (は、も、が) - Bab ini menjelaskan cara menyatakan hubungan antar bagian kalimat dengan partikel topik maupun pengidentifikasi 「は」、「も」、dan 「が」.
- Adjektiva - Mengulas sifat-sifat utama adjektiva. Kita akan belajar cara menggambarkan nomina dengan memodifikasinya langsung maupun dengan menggunakan partikel.
- Dasar-dasar verba - Mengulas sifat-sifat utama verba. Di bagian ini pengelompokan verba akan dibahas sehingga memungkinkan kita belajar aturan konjugasinya dengan mudah.
- Bentuk negatif verba - Membahas konjugasi negatif untuk verba. Kita akan belajar merubah kalimat "Saya akan pergi." menjadi "Saya tidak akan pergi."
- Bentuk lampau verba - Mengajarkan aturan konjugasi bentuk lampau verba. Kita akan belajar merubah kalimat "Saya akan pergi." menjadi "Saya waktu itu pergi."
- Partikel untuk verba (を、に、へ、で) - Bab ini mengulas partikel-partikel yang paling sering dikaitkan dengan verba. Kita akan belajar partikel objek langsung (を), partikel target (に), partikel arah (へ), dan partikel konteks (で).
- Verba transitif dan intransitif - Kita akan belajar verba transitif dan intransitif beserta penggunaan partikel-partikel yang sesuai untuknya.
- Klausa subordinat deskriptif dan urutan kata pada kalimat - Kita akan belajar memodifikasi nomina dengan verba atau klausa nomina terkonjugasi untuk membuat kalimat-kalimat yang lebih rumit.
- Partikel yang berkaitan dengan nomina (と、や、とか、の) - Kita akan belajar partikel yang berkaitan dengan nomina (と、や、とか、の). Substitusi nomina umum juga akan dibahas yang memungkinkan kita membuat hampir apapun menjadi topik. Penggunaan 「の」 untuk mengimplikasikan penjelasan juga akan dibahas.
- Menggunakan adverbia dan gobi - Bab yang singkat dan mudah sebagai penutup bagian ini. Bab ini mengulas cara mengubah adjektiva menjadi adverbia. Bab ini juga memperkenalkan dua akhiran kalimat yang sangat sering muncul dan berguna.
Apa itu Kanji..?
Di bahasa Jepang, hampir semua nomina dan akar dari verba dan adjektiva ditulis dengan huruf China yang dinamakan kanji. Adverbia juga cukup sering ditulis dalam kanji. Ini berarti kamu perlu mempelajari huruf-huruf China untuk bisa melek huruf. Tapi tidak semua kata ditulis menggunakan kanji. Sebagai contoh, verba 'melakukan' sebetunya punya kanji, namun selalu ditulis menggunakan hiragana. Untuk menentukan apakah suatu kata harus ditulis menggunakan hiragana atau kanji, diperlukan pertimbangan kata per kata dan pengetahuan tentang bagaimana suatu kata biasanya ditulis. Tapi, sebagian besar kata bahasa Jepang yang memiliki kanji hampir selalu ditulis menggunakan kanji. (buku anak-anak dan beberapa bacaan lain di mana pembacanya tidak diharapkan tahu banyak kanji adalah perkecualian)
Tutorial ini akan menggunakan kanji sejak awal untuk membantu kamu latihan membaca bahasa Jepang "asli" secepat mungkin. Oleh karenanya, kita akan membahas beberapa sifat kanji dan mengenal beberapa strategi untuk mempelajarinya dengan cepat dan efisien. Menguasai kanji bukanlah hal yang mudah, tapi dengan usaha yang giat siapapun bisa mencapainya. Bagian tersusah dari perjalanan ini adalah menguasai kemampuan belajar kanji dan masalah waktu. Secara kasarnya, agar hafalan kanji kita tidak berhenti hanya sampai ingatan jangka pendek, kamu perlu belajar banyak dan yang paling penting untuk jangka waktu yang panjang. Yang saya maksud bukanlah belajar lima jam tiap hari namun mengulas cara menulis kanji sekali tiap beberapa bulan sampai kamu yakin bahwa kamu kanji tersebut benar-benar telah tertanam dalam ingatan. Tidak ada alasan baik untuk menunda pekerjaan besar mempelajari kanji sampai "tingkat lanjut". Dengan mempelajari kanji bersamaan dengan kosakata baru sejak awal, tugas besar menguasai kanji bisa dibagi menjadi tahap-tahap kecil yang lebih mudah dikelola, dan waktu tambahan tersebut membantu melekatkan kanji yang telah dipelajari ke ingatan permanen.
Sebagai tambahan, mengetahui kanji akan sangat membantu kamu mempelajari kata-kata baru, yang seringkali merupakan gabungan dari kanji-kanji yang telah kamu pelajari. Contohnya, kalau kamu telah mengetahui kanji "bergerak" 動 (どう), kanji "menanam" 植 (しょく), dan kanji "benda" 物 (ぶつ), maka pengetahuan tersebut akan membantu kamu mempelajari bahasa Jepang "binatang" yaitu 動物 (どうぶつ) dan "tumbuhan" yaitu 植物 (しょくぶつ). Ya, di bahasa Jepang binatang adalah "benda yang bergerak" dan tanaman adalah "benda yang ditanam"! Kalau kamu mempelajari kanji belakangan, keuntungan ini tidak akan diperoleh.
Semua materi yang kamu butuhkan untuk mulai belajar kanji tersedia di internet dengan gratis di Jim Breen's WWWJDIC. Selain kamusnya yang besar, situs tersebut punya diagram urutan guratan untuk 1.945 kanji jouyou (hampir seluruh kanji yang akan kamu jumpai). Terutama bagi yang baru mulai belajar, kamu perlu menulis setiap kanji berulang-ulang untuk menghafalkan urutan guratannya. Kemampuan penting lainnya adalah mempelajari cara menyeimbangkan tiap huruf sehingga bagian-bagiannya tidaklah terlalu besar maupun kecil. Jadi pastikan untuk meniru hurufnya semirip mungkin dengan contoh yang ada. Pada akhirnya, kamu akan otomatis menguasai cara menulis bagian-bagian yang sering muncul sehingga kalau kamu menemui kanji baru kamu akan langsung tahu cara menulisnya dengan benar. Semua kanji di tutorial ini bisa dengan mudah dicari di WWWJDIC dengan copy-paste.
Membaca Kanji
Hampir semua kanji memiliki dua jenis pengucapan yaitu on-yomi (音読み) dan kun-yomi (訓読み). On-yomi adalah bacaan aslinya dari China dan kun-yomi adalah bacaan Jepangnya. Kanji yang berdiri sendiri biasanya dibaca dengan kun-yomi sedangkan kanji yang merupakan bagian dari kata gabungan atau jukugo (熟語) biasanya dibaca dengan on-yomi. Sebagai contoh, 「力」(ちから, tenaga) dibaca dengan kun-yomi sedangkan huruf yang sama di kata gabungan seperti 「能力」(のうりょく, kemampuan) dibaca dengan on-yomi (dalam kasus ini 「りょく」).
Huruf-huruf tertentu (terutama yang paling umum) bisa memiliki lebih dari satu on-yomi maupun kun-yomi. Contohnya, pada kata 「怪力」(かいりき, kekuatan super), 「力」 dibaca 「りき」 dan bukan 「りょく」 seperti pada contoh sebelumnya. Beberapa kata gabungan juga punya bacaan yang sama sekali tidak berhubungan dengan bacaan huruf-huruf pembentuknya. Contohnya adalah 「今朝」 yang berarti "pagi ini" dan dibaca 「けさ」. Bacaan khusus ini harus dihafalkan secara terpisah. Untungnya, bacaan khusus tersebut jarang-jarang.
Kun-yomi juga digunakan untuk adjektiva dan verba. Kata-kata tersebut sering diakhiri oleh sejumlah hiragana yang disebut okurigana (送り仮名). Bacaan yang termuat di dalam huruf Chinanya akan tetap sama walaupun katanya dikonjugasi ke berbagai macam bentuk. Sebagai contoh, bentuk lampau verba "makan" 「食べる」(たべる) adalah 「食べた」(たべた). Walaupun verbanya berubah bentuk, 「食」 tetap dibaca sama yaitu 「た」.
Konsep lain yang pada awalnya susah ditangkap adalah bacaan suatu kanji bisa sedikit berubah di dalam kata gabungan agar katanya lebih mudah diucapkan. Perubahan yang umum terjadi contohnya suara "h" berubah menjadi "b" atau "p" dan 「つ」 yang menjadi 「っ」. Contohnya adalah 「一杯」(いっぱい, segelas)、「徹底」(てってい, seksama)、dan 「学校」(がっこう, sekolah).
Aspek menyenangkan kanji yang lainnya adalah kata-kata yang arti dasarnya sama dan dibaca sama namun memiliki kanji yang berbeda untuk menyampaikan perbedaan nuansa yang tipis. Contohnya 「聞く」(きく) berarti "mendengar" dan begitu juga 「聴く」(きく). Bedanya adalah 「聴く」 berarti kita lebih memperhatikan yang didengarkan. Misalnya, pada kasus mendengar musik yang digunakan hampir selalu 「聴く」 dan bukan 「聞く」. 「聞く」 juga bisa berarti "bertanya", namun 「訊く」(きく) selalu berarti "bertanya". Contoh lainnya adalah 「見る」(みる) yang berarti "melihat", namun untuk melihat pertunjukan misalnya film bioskop sering digunakan kanji lain yaitu 「観る」(みる). Contoh menarik lain adalah 「書く」(かく) yang berarti "menulis" dan 「描く」(かく) yang berarti "menggambar". Ada juga kasus di mana arti dan kanjinya tetap tapi bacaanya bermacam-macam, misalnya "hari ini" 「今日」 yang bisa dibaca 「きょう」、「こんじつ」、maupun 「こんにち」. Dalam kasus ini, sebetulnya tidak masalah bacaan mana yang dipakai, walaupun bacaan tertentu lebih dipilih pada situasi tertentu.
Terakhir, ada satu huruf 々 yang mungkin lebih merupakan tanda baca. Tanda tersebut berarti bahwa huruf sebelumnya diulang. Contohnya, 「時時」、「様様」、「色色」、dan 「一一」 bisa dan biasanya ditulis sebagai 「時々」、「様々」、「色々」、「一々」.
Selain "fitur-fitur" kanji yang telah disebutkan, masih ada beberapa keanehan dan kejutan menyenangkan yang akan kamu temui saat kamu memperdalam studi bahasa Jepangmu. Silahkan putuskan sendiri apakah pernyataan tersebut merupakan sarkasme. Namun, janganlah takut dan menganggap bahwa bahasa Jepang susahnya minta ampun. Kebanyakan kata di bahasa ini hanya memiliki satu penulisan kanji dan kebanyakan kanji hanya memiliki dua bacaan.
Beberapa orang merasa bahwa sistem yang menggunakan simbol-simbol tak beraturan dan bukan alfabet yang sistematis bersifat kuno dan rumit secara berlebihan. Dan memang, mungking mengadopsi huruf China untuk bahasa Jepang bukanlah ide yang baik karena kedua bahasa tersebut strukturnya berbeda secara mendasar. Tapi tujuan tutorial ini bukanlah untuk mendebat keputusan yang telah dibuat beribu-ribu tahun yang lalu tetapi untuk menjelaskan kenapa kamu harus belajar kanji untuk menguasai bahasa Jepang. Dan saya berharap untuk menjelaskan lebih dari sekedar "memang harus begitu jadi lakukan saja!".
Beberapa orang merasa bahwa seharusnya bahasa Jepang berganti dari huruf China ke romaji sehingga orang-orang asing tidak perlu dipusingkan dengan huruf-huruf kompleks. Pada kenyataannya, bahasa Korea relatif baru-baru ini sukses besar berpindah ke sistem penulisannya sendiri untuk menyederhanakan bahasa tertulisnya yang dulu juga menggunakan huruf China. Lalu mengapa hal ini tidak bisa terjadi untuk bahasa Jepang? Saya rasa pemerintah sebetulnya telah mencoba mengganti kanji dengan romaji sesaat setelah perang dunia kedua namun tidak menjumpai keberhasilan. Pasti seseorang yang telah mengetik cukup banyak bahasa Jepang di komputer bisa tahu kenapa hal tersebut tidak berhasil. Saat kamu berusaha mengkonversi hiragana menjadi kanji, kamu hampir selalu disogohi paling tidak dua pilihan (homofon) dan kadang bisa sampai sepuluh (coba ketik kikan). 46 atau berapalah jumlah suara di bahasa Jepang sangatlah sedikit, sehingga susah untuk menghindari homofon. Bandingkan dengan bahasa Korea yang memiliki 14 konsonan dan 10 vokal. Masing-masing konsonan ini bisa dipasangkan dengan vokal manapun sehingga ada 140 suara. Sebagai tambahan, konsonan ketiga bahkan keempat bisa ditambahkan untuk menghasilkan suatu huruf. Ini memberikan jumlah suara teoritis yang lebih dari 1960. (jumlah suara yang benar-benar dipakai jauh lebih sedikit, tapi saya tidak tahu berapa pastinya)
Karena orang ingin membaca jauh lebih cepat dibanding saat berbicara, diperlukan sejenis petunjuk visual untuk memungkinkan pengenalan kata secara instan. Kamu bisa menggunakan bentuk kata di bahasa Indonesia untuk ngebut melintasi tulisan karena sebagian besar kata memiliki bentuk berbeda. Coba latihan kecil ini: hlao, waalupun seuma ktaa di kmaliat ini ejaanyna sahla, apkaah kmau mahsi bias membcaaku? Di bahasa Korea petunjuk visual ini juga ada karena bahasa tersebut memiliki jumlah huruf yang cukup banyak untuk membedakan bentuk-bentuk kata. Namun, karena petunjuk visualnya tidak sejelas kanji, spasi perlu digunakan untuk menghilangkan ambiguitas. (kapan di di mana menggunakan spasi ternyata menjadi masalah tersendiri)
Dengan kanji, bahasa Jepang tidak perlu dipusingkan oleh spasi dan banyak masalah yang berkaitan dengan homofon terselesaikan. Tanpa kanji, bahkan dengan bantuan spasi, ambiguitas dan kurangnya petunjuk visual akan menjadikan tulisan Jepang sangat susah dibaca.
Sabtu, 19 Desember 2009
Katakana
Sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, katakana digunakan terutama untuk kata yang diimpor dari bahasa asing. Kata-kata impor tersebut banyak yang berasal dari bahasa Inggris. Katakana juga bisa digunakan untuk menekankan kata-kata tertentu sebagaimana penggunaan huruf tebal. Untuk daftar penggunaan yang lebih lengkap, kamu bisa melihat artikel Wikipedia mengenai katakana
Katakana melambangkan suara-suara yang sama dengan hiragana, namun tentu saja semua hurufnya berbeda. Kalau dipikir-pikir, ini tidaklah aneh karena di bahasa Indonesia juga terdapat dua jenis huruf yaitu huruf besar dan huruf kecil yang sebetulnya melambangkan suara yang sama.
Karena kata-kata bahasa asing harus dipaksa mengikuti kombinasi konsonan+vokal bahasa Jepang, banyak yang mengalami perubahan radikal sampai-sampai pembicara bahasa aslinya tidak bisa menyadarinya dengan mudah. Sebagai hasilnya, penggunaan katakana sangatlah susah bagi pengguna bahasa Inggris, karena mereka berprasangka kata-kata dari bahasa Inggris terdengar seperti... bahasa Inggris. Jadi, lebih baik melupakan kata bahasa Inggris aslinya dan perlakukan kata-kata impor tersebut sebagai kata bahasa Jepang. Kalau tidak, kamu bisa memiliki kebiasaan mengucapkannya dengan pelafalan bahasa Inggrisnya (dan orang Jepang belum tentu paham hal tersebut).
| n | r | y | m | h | n | t | s | k | ||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| ン (n) | ラ | ヤ | マ | ハ | ナ | タ | サ | カ | ア | a |
| リ | ミ | ヒ | ニ | チ (chi) | シ (shi) | キ | イ | i | ||
| ル | ユ | ム | フ (fu) | ヌ | ツ (tsu) | ス | ク | ウ | u | |
| レ | メ | ヘ | ネ | テ | セ | ケ | エ | e | ||
| ロ | ヨ | モ | ホ | ノ | ト | ソ | コ | オ | o |
Katakana jauh lebih sulit dikuasai dibanding hiragana karena hanya digunakan untuk kata-kata tertentu, sehingga kesempatan untuk berlatih membacanya lebih jarang. Untuk belajar urutan guratannya (ya, kamu juga perlu melakukannya untuk katakana) kunjungi situs ini.
Lalu, karena bahasa Jepang tidak memiliki spasi, kadang-kadang simbol 「・」 digunakan untuk menunjukkan batas kata misalnya pada 「ロック・アンド・ロール」 (rock and roll). Penggunaan simbol tersebut tidak mutlak, jadi kadang-kadang tidak digunakan apapun untuk menggantikan spasi pada istilah aslinya.
- Semua suaranya sama dengan hiragana.
- Empat huruf 「シ」、「ン」、「ツ」、dan 「ソ」 sangat mirip satu sama lain. Pada dasarnya, bedanya adalah dua huruf pertama lebih "horizontal" dibanding dua huruf terakhir. Garis kecilnya digambar lebih mendatar dan lengkungan panjangnya digambar dari bawah ke atas. Dua huruf terakhir memiliki garis kecil yang hampir vertikal dan lengkungan panjangnya digambar dari atas ke bawah. Huruf-huruf ini susah dibedakan sehinggan dibutuhkan kesabaran dan banyak latihan.
- Kamu juga perlu hati-hati dengan 「ノ」、「メ」、dan 「ヌ」, juga 「フ」、「ワ」、 dan 「ウ」. Ya, mereka mirip-mirip dan sayangnya kita tidak bisa melakukan apa-apa.
- Kamu harus belajar urutan dan arah guratannya! Kunjungi situs ini untuk mempelajarinya.
- Kadang-kadang 「・」 digunakan untuk menggantikan spasi pada bahasa aslinya.
Pada katakana, vokal panjang menjadi sangat sederhana. Kamu tidak perlu berpikir huruf mana yang harus digunakan untuk memperpanjang suara vokal, karena semua suara vokal panjang dilambangkan dengan garis panjang ini: ー.
- Semua suara vokal panjang pada katakana dilambangkan dengan garis. Sebagai contoh, "cute" (imut) pada katakan ditulis 「キュート」.
「ア、イ、ウ、エ、オ」 kecil
Karena keterbatasan suara-suara hiragana, pada perkembangannya dibuat beberapa kombinasi baru untuk membuat suara-suara yang aslinya tidak ada di bahasa Jepang. Yang paling utama adalah tidak adanya suara "ti", "di", "tu", dan "du" (karena yang ada adalah "chi", "ji", "tsu", dan "dzu") beserta suara "f" kecuali 「ふ」. Konsonan "sh", "j", dan "ch" juga tidak memiliki gabungannya dengan vokal "e". Untuk mengatasi hal tersebut, keputusannya adalah dengan menambahkan versi kecil dari kelima suara vokal. Huruf-huruf kecil tersebut juga bisa digabungkan dengan suara konsonan "w" untuk menggantikan huruf-huruf yang sudah usang. Sebagai tambahan, 「ウ」 bisa diberi dakuten sehingga menjadi 「ヴ」 yang bisa digabung dengan 「ア、イ、エ、オ」 kecil untuk membuat suku kata dengan konsonan "v". Tapi suara "v" tersebut tidak banyak dipakai, mungkin karena orang Jepang masih susah mengucapkan "v" dan lebih memilih untuk mendekatinya dengan suara "b". Sebagai contoh, "volume" dalam bahasa Jepang dituliskan sebagai 「ボリューム」 (boryuumu), menggunakan suara "b" dan bukan "v". "violin" bisa ditulis baik 「バイオリン」 (baiorin) maupun 「ヴァイオリン」 (vaiorin), dan tidak masalah menggunakan yang mana karena pada akhirnya kebanyakan orang Jepang akan membaca yang manapun dengan suara "b". Pada tabel berikut, suara-suara yang dulunya tidak ada disorot. Suara lain yang sudah ada digunakan sesuai keperluan.
| v | w | f | ch | d | t | j | sh | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| ヴァ | ワ | ファ | チャ | ダ | タ | ジャ | シャ | a |
| ヴィ | ウィ | フィ | チ | ディ | ティ | ジ | シ | i |
| ヴ | ウ | フ | チュ | ドゥ | トゥ | ジュ | シュ | u |
| ヴェ | ウェ | フェ | チェ | デ | テ | ジェ | シェ | e |
| ヴォ | ウォ | フォ | チョ | ド | ト | ジョ | ショ | o |
- Perhatikan bahwa tidak ada suara "wu". Sebagai contoh, katakana untuk "woman" (wanita) adalah 「ウーマン」 (uuman).
- Walaupun suara "tu" (seperti pada "tubuh") bisa dibuat dengan 「トゥ」, sebelum kombinasi tersebut ada digunakan 「ツ」 (tsu) untuk mendekati suara tersebut. Setelah kombinasi 「トゥ」 dibuat, kata-kata yang terlanjur menggunakan 「ツ」 tidak berganti. Contohnya adalah "tool" (alat) yang ditulis 「ツール」 (tsuuru) dan "tour" (tur) yang ditulis 「ツアー」 (tsuaa).
- Di zaman kuno, tanpa suara-suara baru ini seringkali tidak ada pilihan selain mengambil huruf-huruf dari tabel tanpa memperhatikan pengucapan yang sebenarnya. Di bangunan kuno, kamu mungkin masih bisa melihat 「ビルヂング」 (birujingu) dan bukan ejaan modernnya 「ビルディン グ」 (birudingu). Kebetulan, ini adalah kasus yang terjadi di bangunan Shin-Maru di seberang stasiun Tokyo tempat saya bekerja. Ironisnya, huruf pertama Shin-Maru (新丸) berarti "baru".
Mengubah kata bahasa Inggris menjadi bahasa Jepang adalah keahlian yang memerlukan cukup banyak latihan dan keberuntungan. Untuk mengenalkan kamu bagaimana kata-kata Inggris dijepangkan, inilah beberapa contoh kata dalam katakana. Kadangkala kata katakananya bukanlah bahasa Inggris yang benar atau artinya berbeda dari kata bahasa Inggrisnya. Tentu saja, tidak semua kata katakana diturunkan dari bahasa Inggris.
| Bahasa Inggris | Bahasa Jepang |
|---|---|
| America (Amerika) | アメリカ |
| Russia (Rusia) | ロシア |
| India | インド |
| Indonesia | インドネシア |
| cheating (curang) | カンニング (cunning) |
| tour (tur) | ツアー |
| company employee (pegawai kantoran) | サラリーマン (salary man) |
| Mozart | モーツァルト |
| car horn (klakson) | クラクション (klaxon) |
| sofa | ソファ or ソファー |
| Halloween | ハロウィーン |
| French fries (kentang goreng) | フライドポテト (fried potato) |
Kamis, 17 Desember 2009
Apa itu Hiragana...?
Hiragana adalah alfabet fonetis dasar di bahasa Jepang. Seluruh huruf hiragana melambangkan semua suara yang muncul di bahasa Jepang. Jadi, sebetulnya bisa saja bahasa Jepang ditulis hanya dengan hiragana. Namun, karena spasi tidak digunakan di bahasa Jepang, menggunakan hiragana saja akan menghasilkan kalimat yang susah dibaca.
Di bawah terdapat tabel hiragana beserta pelafalannya. Cara membaca tabelnya adalah dari atas ke bawah dan dari kanan ke kiri, sama seperti cara membaca banyak buku bahasa Jepang (termasuk komik). Di bahasa Jepang, menulis guratan-guratan dari suatu huruf dengan urutan dan arah yang benar sangatlah penting. Karena tulisan tangan sedikit berbeda dengan tulisan cetak (sebagaimana huruf 'a'), kamu perlu mencari sumber seperti situs atau buku yang mengajarkan cara menulis huruf-huruf tersebut. Perlu juga saya tekankan bahwa kamu harus mempelajari pengucapan yang benar dari huruf-huruf tersebut. Karena semua kata di bahasa Jepang disusun dari suara-suara tersebut, salah mengucapkan suatu huruf akan merusak fondasi terdasar pelafalan kamu.
| n | w | r | y | m | h | n | t | s | k | ||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| ん (n) | わ | ら | や | ま | は | な | た | さ | か | あ | a |
| ゐ* | り | み | ひ | に | ち (chi) | し (shi) | き | い | i | ||
| る | ゆ | む | ふ (fu) | ぬ | つ (tsu) | す | く | う | u | ||
| ゑ* | れ | め | へ | ね | て | せ | け | え | e | ||
| を | ろ | よ | も | ほ | の | と | そ | こ | お | o |
Hiragana tidaklah terlalu susah, sehingga ada banyak situs dan program gratis yang mengajarkannya. Saya sangat menyarankan kamu pergi ke situs ini untuk mendengar pelafalan tiap hurufnya. Bagian yang relevan adalah 2.1 sampai 2.11. Saya juga menyarankan kamu merekam suaramu sendiri dan membandingkannya dengan suara yang benar.
Saat berlatih menulis hiragana, jangan lupa bahwa urutan dan arah penulisan guratannya tidak boleh semaunya sendiri. Lihat, saya bahkan membuat tulisannya miring, digarisbawahi, dan ditebali untuk menekankan hal tersebut. Percayalah, kamu akan menemukan bahwa hal tersebut memang penting saat membaca tulisan tangan terburu-buru orang lain yang mirip cakar ayam. Satu-satunya hal yang akan membantumu adalah bahwa setiap orang menulis hiragana dengan urutan guratan yang sama, sehingga "aliran" garis-garisnya konsisten dari satu orang ke orang lain. Saya sangat menyarankan bahwa kamu mempelajari cara menulis yang benar sejak awal untuk menghindari kebiasaan menulis yang salah. Kunjungi situs ini untuk melihat animasi cara menulis tiap huruf.
Beberapa contoh kata yang bisa kamu tulis dengan huruf-huruf pada tabel di atas adalah 「あい」 (cinta), 「うつくしい」 (indah), うたう (bernyanyi), dan 「たかはし」 (salah satu nama keluarga yang umum di Jepang).
※ Sebagai pengetahuan, ada puisi Jepang kuno bernama 「いろは」 yang dulunya dijadikan dasar untuk mengurutkan huruf-huruf hiragana. Puisi itu memuat setiap huruf hiragana kecuali 「ん」 karena mungkin pada waktu itu belum ada. Kamu bisa melihat puisi tersebut di artikel Wikipedia ini. Seperti yang ditulis di artikel tersebut, kadang-kadang urutan "iroha" ini masih dipakai, jadi tidak ada salahnya melihat-lihat.
- Kunjungi situs ini untuk mendengar pelafalan setiap huruf hiragana. Berkas-berkas suaranya ada mulai dari 2.1 sampai 2.11. Kalau kamu tidak bisa mendapatkan berkas suaranya, ikuti panduan membacanya di bawah.
- Kecuali 「し」、「ち」、「つ」、「ふ」dan 「ん」、 kamu bisa tahu bagaimana suatu huruf dibunyikan dengan memasangkan konsonan yang ada di atas tabel dengan vokal yang ada di kanan tabel. Sebagai contoh, 「ま」 (konsonan "m", vokal "a") dibaca "ma" dan 「き」 (konsonan "k", vokal "i") dibaca "ki".
- Sebagaimana tertulis di tabel, beberapa suara memiliki perkecualian. Sebagai contoh, 「ち」 dibaca "chi" bukan "ti" dan 「つ」 dibaca "tsu" bukan "tu".
- 「し」 dibaca seperti "syi" pada "syirik"
- 「ち」 dibaca seperti "ci" pada "cicak"
- Suara "r" di Jepang tidak sama dengan suara "r" di bahasa Indonesia. Getarannya lebih halus, dan berada di antara suara "l" dan "r"-nya bahasa Indonesia. Hati-hati dengan pelafalan semua huruf di kolom tersebut.
- Vokal "e" di Jepang terdengar seperti suara "e" pada "enak" dan BUKAN seperti pada "elus". Jadi sebagai contoh, へ dibaca seperti "he" pada "heran" dan BUKAN seperti pada "helai".
- Camkan baik-baik beda pelafalan antara "tsu" dengan "su".
- Suara "t" pada 「つ」 akan menempel pada huruf yang mendahuluinya. Sebagai contoh, 「まつ」 (menunggu) dibaca "mat-su".
- Huruf 「ん」 bersifat khusus karena jarang digunakan sendiri dan tidak memiliki suara vokal. Huruf tersebut ditempel di belakang huruf lain untuk membuat suara mati "n". Sebagai contoh, 「て」 dibaca "te" sehingga 「てん」 (titik) dibaca "ten". 「へん」 (aneh) dibaca "hen", 「わん」 (teluk) dibaca "wan", dan seterusnya.
- Huruf 「ん」 akan disuarakan "m" pada kata-kata tertentu, misalnya 「しんまい」 (pemula) yang dibaca "shimmai". 「ん」 juga dibaca "ng" pada kata-kata tertentu, misalnya 「まんかい」 (mekar penuh) yang dibaca "mangkai". Sebetulnya ada aturan perubahan suaranya, namun cara terbaik untuk menguasainya adalah dengan banyak mendengar bahasa Jepang. Kalau telinga kamu sudah terbiasa, nantinya kamu akan paham aturan tersebut di bawah sadar dan bisa melafalkan 「ん」 dengan benar secara otomatis.
- Sekali lagi, kamu harus menuliskan guratan-guratannya dengan urutan dan arah yang benar! Kunjungi situs ini untuk mempelajarinya.


